Kamis, 29 Januari 2009

kuliner

RecipeNasi Topping Tofu
Category: Breakfast & Brunch
Servings: untuk 2 orang

Description:
Meskipun sederhana, tampilan nasi komplet ini sangat menggiurkan. Gurih lembut tofu dengan tambahan jamur kuping yang kenyal segar rasanya jadi lebih enak. Kalau sedang tak banyak waktu, tuangkan langsung saja di atas nasi yang hangat. Hmm..rasanya gurih enak!

Ingredients:
Bahan:
  • 250 g nasi pulen hangat
Topping:
  • 1 sdm minyak sayur
  • 1 siung bawang putih, cincang
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 3 buah jamur kuping segar, potong kasar
  • 1 buah tofu, potong kasar
  • 1/2 sdm saus tiram
  • 2 sdm kecap Jepang
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 100 ml air

Cara membuat:
  1. Topping: Tumis bawang putih dan daun bawang, aduk hingga layu dan harum.
  2. Masukkan jamur kuping dan tofu, aduk hingga rata dan mendidih. Angkat.
  3. Tambahkan bumbu lainnya, aduk hingga mendidih.
  4. Taruh nasi dalam mangkuk. Tuangi dengan bahan Topping.
  5. Sajikan segera.

referensi film


Terry Leather (Jason Statham) adalah seorang pedagang mobil yang punya masa lalu buruk. Setelah menikah, Terry memutuskan untuk meninggalkan masa lalunya dan memulai hidup baru. Semuanya berjalan sesuai rencana Terry sampai Martine Love (Saffron Burrows) datang menawarkan sebuah 'pekerjaan' buat Terry. Martine ingin Terry merancang sebuah perampokan bank di Baker Street London.

Rencana Martine yang terdengar mudah membuat Terry curiga. Namun karena Terry sendiri sedang membutuhkan uang, ia akhirnya setuju. Terry kemudian menghubungi Dave Shilling (Daniel Mays) dan Kevin Swain (Stephen Campbell Moore) dan menyusun rencana untuk membobol lemari besi bank itu. Rencananya mereka akan menggali terowongan untuk menembus lantai lemari besi bank tersebut.

Tanpa disadari Terry, Dave, dan Kevin, ternyata Martine terlibat dengan pihak lain yang menghendaki perampokan itu berjalan lancar.

Film ini dibuat berdasar kisah perampokan yang benar-benar terjadi di Inggris pada tahun 1971. Para perampok itu berhasil melarikan uang tunai dan perhiasan senilai 3 juta Poundsterling. Anehnya tidak pernah ada penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan tidak pernah ada tertuduh yang ditangkap. Hasil perampokan itu pun tidak pernah ditemukan. Selama 30 tahun lebih tidak pernah ada pemberitaan mengenai barang-barang yang dirampok saat itu. Film ini adalah untuk pertama kalinya media mengupas kasus itu.

Film arahan sutradara Roger Donaldson yang dirilis oleh Lions Gate Entertainment ini berhasil masuk 10 besar box office dan meraup lebih dari US$63 juta sejak dilepas akhir Februari 2008 lalu. Film yang mengambil lokasi pengambilan gambar di Inggris ini menghabiskan dana sekitar US$ 6 juta dalam masa produksinya.

Meski dibuat berdasar kisah nyata namun bukan berarti bahwa film ini dapat dijadikan acuan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kisah perampokan misterius ini. Malahan kita tak akan pernah tahu seberapa banyak 'bumbu' yang telah digunakan sang sutradara dan penulis naskah untuk membuat film ini jadi terlihat menarik sebagai sebuah tontonan.

Dari sisi cerita, film ini mungkin tak berbeda jauh dari OCEAN'S ELEVEN dan dua film kelanjutannya: OCEAN'S TWELVE dan OCEAN'S THIRTEEN. Bahkan alur cerita mulai dari perencanaan perampokan hingga eksekusi pun masih tak jauh beda dengan ketiga film itu. Bedanya mungkin adalah, jika trilogi OCEAN tak ada unsur politik, dalam film ini intrik politik memang menjadi latar belakang yang tak terlepaskan.

Dan satu hal lain yang jelas membedakan antara THE BANK JOB dan trilogi OCEAN adalah bahwa THE BANK JOB lebih terasa alami dalam artian tak ada trik-trik yang kadang sedikit terasa tak masuk akal. Film ini terasa lebih nyata, apa lagi dengan setting tahun 70-an dengan segala keterbatasan yang ada saat itu.

Meski film ini bukan kelas film Oscar, namun secara keseluruhan, baik dari sisi penyutradaraan, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga akting para pendukungnya terasa cukup wajar tanpa ada kesan dipaksakan. Ini membuat film ini jadi terasa lebih enak ditonton ketimbang trilogi OCEAN

Manusia Virtual pun Larut Euforia Pemilu AS


Manusia Virtual pun Larut Euforia Pemilu AS

LOS ANGLES - Ternyata tidak hanya manusia saja yang sibuk mempersiapkan pemilihan langsung Presiden Amerika Serikat yang telah digelar hari ini. Para 'manusia' di dunia virtual pun ikut-ikutan sibuk dalam menentukan siapakah presiden yang cocok menggantikan George W Bush.

Simak saja obrolan yang terjadi di salah satu sudut kafe virtual yang bernama Straight Talk Cafe, saat tengah terjadi diskusi hangat antara Sophia Yates, Sophia dan Aurun Karu mengenai kandidat presiden John McCain dan Barack Obama.

"Aku pikir, saya sedikit ragu dengan Obama," tukas Sophia Yates.

"Jangan begitu semuanya nampak baik. Obama, ayo terus maju," sahut karakter virtual yang lain MarsS Juran.

Diskusi hangat antar pendukung kandidat tersebut semuanya terjadi di situs virtual online di Second Life. Karakter masing-masing tokoh tersebut dibuat oleh relawan dari kedua kandidat. Oleh mereka, karakter virtual tersebut dipenuhi dengan pernak-pernik mulai dari kaos, poster, sampai pin. Semuanya seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Avatar yang ditujukan untuk berkampanye ini dibuat semirip mungkin dengan kehidupan aslinya. Para penggunanya dapat memilih diskusi tentang dunia politik yang ada di dunia virtual itu. Walaupun tidak berpengaruh terhadap dunia aslinya, paling tidak, melalui situs ini bisa diketahui sejauh mana para pengguna second life memutuskan pilihannya. Demikian yang diberitakan Cnet, Rabu (4/10/2008).

Seperti diketahui, pemilihan yang telah berakhir dengan kemenangan dari Barack Obama. Para relawan berlomba-lomba dalam mencari dukungan dari rakyat. Inovasi penggunaan teknologi internet dan game oleh Obama, membuat senator asal Partai Demokrat tersebut memimpin, hingga akhirnya menjadi Presiden Terpilih Amerika Serikat pada periode mendatang. (srn)